Jumat, 04 Mei 2012

Hanya Ngepost Cerpen buat Lomba Saja XD


Ini cuma cerita yang saya post karena temenku dan sekaligus menuh2in postingan XD cerita ini sebenernya buat lomba kemarin hari Rabu, waktu itu ada acara HarDikNas, jadi semua siswa wajib ikut lomba. gila tuh, udah WAJIB, temanya di tentuin pula . nasib2 -_- tapi untung aja niichan-ku ngasih ide, jadi bikin cerpennya lancar deh. haha.. XDD uda ah segini dulu.

Di Saat Aku Berada di Surabaya

            Aku, Kazuya Kamenashi. Aku adalah artis asal Jepang yang berlibur ke Indonesia. 2 bulan yang lalu, aku belajar bahasa Indonesia di Jepang dan sekarang aku sudah lebih lancar berbahasa Indonesia. Beberapa tahun yang lalu, aku sudah pernah pergi ke negara ini, tapi saat itu aku pergi ke pulau Bali. Kali ini, aku pergi ke pulau Jawa. Aku tertarik dengan kota yang bernama Surabaya, jadi aku memutuskan untuk berlibur ke kota itu. Di Surabaya ini, kotanya cukup luas dan ramai. Aku bersama kedua temanku, Yuichi Nakamaru dan Ueda Tatsuya, beserta managerku Suzuki Ryo, menginap di sebuah hotel besar di kota ini. Fasilitas hotel disini cukup bagus, aku menjadi betah untuk tinggal lebih lama.


            Keesokan harinya, Ryo, managerku mengajakku ke sebuah Kebun Binatang, “Kazuya, bagaimana kalau kita hari ini pergi ke Kebun Binatang?” Aku langsung menggeleng, “tapi, aku ingin pergi ke pantai” tolakku. “Aku juga ingin ke pantai. Dulu kau pernah cerita kalau pantai disini cukup indah bukan, Kazuya?” sela Yuichi yang sepertinya sependapat denganku. “Hmm.. baiklah, kita akan pergi ke pantai. Tapi, jangan salahkan aku kalau pantainya tidak sama dengan apa yang ada di bayangan kalian.” Ujar Ryo sembari menghela nafas panjang.

Aku, Ueda, Yuichi dan Ryo pun masuk ke dalam mobil. Aku duduk di depan bersama Ryo, aku ingin melihat seisi kota ini, karena kemarin kami sampai pada saat malam hari, jadi kami tidak bisa melihat dengan jelas seisi kota ini. Saat mobil mulai berjalan, aku sangat terkejut melihat jalanan kota Surabaya yang sangat ramai dengan kendaraan pribadinya. Beda sekali dengan di Jepang yang lebih memilih naik angkutan umum, naik sepeda ataupun berjalan kaki. Apalagi dengan sampah-sampah yang berserakan dimana-mana, banyak polusi dan orang-orang yang terlantar berada di pinggir jalan. Ya Tuhan.. inikah Indonesia yang dulunya indah?

“Ryo, bisakah kita mampir ke sebuah mall dekat sini? Aku ingin membeli sesuatu.” Tanya Ueda sambil memohon pada Ryo. Ryo hanya tersenyum dan mengangguk. “Terima kasih!” ujar Ueda lega. Aku menoleh ke belakang, melihat Yuichi yang duduk di sebelah Ueda terpaku melihat kota yang menurutku cukup ‘kotor’. Saat aku berada di Bali beberapa tahun yang lalu, kurasa tempat itu tidak sekotor ini. Yah.. aku harap di pantai nanti, rasa ‘jijik’ ku ini akan sedikit terobati.

Beberapa menit kemudian, kami sampai di sebuah mall besar, disini lebih bersih ketimbang di luar sana. Tapi tetap saja, sangat banyak kendaraan pribadi yang di pakai untuk kesini. Setelah memarkir mobil, kami pun masuk ke dalam mall itu. “Ueda, kau mau membeli apa?” tanyaku pada Ueda yang berada di depanku. “Sebenarnya aku ingin membeli jaket, tapi.. aku berubah pikiran.” Ia menggaruk-garuk kepalanya yang sepertinya tidak gatal. Aku menghela nafas lalu memasukkan telapak tanganku ke dalam saku celanaku, “Ueda, sepertinya aku tahu alasanmu kenapa kau tidak jadi beli.” Celetukku sok tahu. “Sudah, lebih baik kita segera pergi ke pantai. Jauh-jauh pergi ke Indonesia, tapi malah ke mall!” protes Yuichi. Aku menelan ludahku, sepertinya benar kata-kata Yuichi. Akhirnya kami kembali menuju mobil lalu segera berlalu dari mall itu. Aku menutup mataku, mungkin lebih baik aku tidur.

“..ya.. zuya.. Kazuya..!!” Yuichi berusaha membangunkanku. Aku pun membuka mataku. Sepertinya kami sudah sampai di pantai. “Apa kita sudah sampai?” tanyaku sambil mengucek mataku. “Iya sudah sampai, Kazuya~ Ayo cepat!!” seru Ueda sembari menarik lenganku, spontan aku langsung berdiri dan berjalan mengikuti Ueda. Sambil berjalan menuju pantai, aku terus menatap sekeliling daerah pantai ini. Ya Tuhan.. sekotor inikah pantai ini? Jujur, aku sangat shock melihat semua ini. Sampah, sampah dan sampah. Semuanya di kelilingi sampah.

“Kita sudah sampai di lautnya.” Jelas Ryo. Aku langsung menutup mulutku, memejamkan mataku. Berharap semua ini hanya halusinasi, tapi.. ini kenyataan. “Ryo, apa benar ini lautnya?” tanyaku memastikan. Ryo mengangguk. Yuichi dan Ueda terus menatap seisi pantai dengan tatapan tidak percaya. Begitu pula aku, aku tidak percaya jika pantai disini sangatlah kotor, laut yang berwarna cokelat dengan sampah yang berserakan dimana-mana. Meskipun begitu, masih saja banyak anak kecil yang bermain air walaupun kondisi air laut yang sangat kotor. “Ini alasannya, kenapa aku tidak setuju untuk pergi ke pantai.” Ryo menepuk pundakku.

Yuichi duduk di sebuah bangku yang ada di dekat kami berdiri. “Kazuya, bagaimana kalau kita menggelar konser untuk menggalang dana pembersihan pantai.” Bisik Ueda padaku. Senyumku pun mengembang, “ide bagus!” Ku acungkan kedua jempolku pada Ueda. “Ada apa? Ada apa?” tanya Yuichi penasaran saat aku memuji Ueda. “Kata Ueda, apa lebih baik kita menggelar konser disini untuk menggalang dana pembersihan pantai yang sangat kotor ini?” jelasku. “Huaaa!! Ide yang bagus!!” Yuichi ikut mengacungkan jempolnya. “Bagaimana, Ryo?” tanyaku menanyakan pendapat Ryo. Ia ikut tersenyum. Lalu aku, Ueda dan Yuichi tos bertiga.

------

Beberapa hari yang lalu, kami menggelar konferensi press yang di gelar di Jepang., mengumumkan bahwa KAT-TUN akan menggelar konser kecil-kecilan di sekitar pantai Kenjeran. Panggung sederhana sudah di gelar di pantai itu, sekarang kami akan berangkat ke Indonesia. Sepertinya Hyphens (nama fans kami) yang berada di Indonesia sangat mendukung kami.

Sekitar 8 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Bandara Internasional Juanda. Banyak fans yang sudah menunggu kami, tidak kusangka ternyata banyak juga fans kami yang ada di negara ini. Tidak seperti sebelumnya, sekarang kami membawa beberapa bodyguard untuk mencegah fans mendekati kami.

Dengan cepat, kami langsung masuk kedalam mobil yang sudah disediakan, lalu berangkat menuju pantai Kenjeran, karena sekitar 4 jam lagi konser akan di mulai. Sesampainya di sana, kami langsung ganti pakaian lalu bersiap-siap untuk konser.

Sekitar 2-3 jam konser berlangsung dengan meriah dan lancar. Walaupun menurut kami konser ini termasuk konser yang sangat sederhana, tapi para fans cukup puas dengan ini semua. Aku senang bisa membuat para fans senang dan aku juga senang bisa mengumpulkan dana untuk membersihkan pantai yang sangat kotor ini.

Keesokan harinya, kami menyewa beberapa puluh orang untuk membersihkan pantai ini, ternyata para fans kami juga datang untuk ikut berpartisipasi membersihkan sampah di pantai ini. Dengan penuh semangat, kami semua membersihkan sampah-sampah tanpa merasa jijik. Beberapa jam kemudian, pantai Kenjeran lebih bersih daripada sebelumnya. Walaupun di laut masih ada beberapa sampah karena keterbatasan. Setelah semuanya selesai, kami pun pulang, tapi sebelumnya kami berpesan, “Jangan lupa menjaga lingkunganmu dengan baik!”
~TAMAT~



1 komentar: